Summer 2011

Eroge! H mo Game mo Kaihatsu Zanmai
Collaboration WorksFlower, sebuah studio desain game lokal, kini berada di ambang penutupan. Setelah rilis pertama mereka ternyata sangat mengecewakan, studio ini kini berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan operasional. Para karyawan perusahaan yang seluruhnya terdiri dari perempuan ini sangat membutuhkan tenaga tambahan untuk membantu mereka menyelesaikan proyek baru tepat waktu.
Tomoya Mochizuki sangat menyukai game erotis, atau yang biasa disebut “erogame”. Ia tidak bisa menulis skenario maupun memprogram, dan keterampilan seninya, sejujurnya, sangat buruk. Namun, berkat pengalamannya yang sangat luas di bidang ini, Nene Sonono—direktur Flower—memutuskan untuk mempekerjakannya sebagai konsultan.
Hal pertama yang ditekankan Tomoya adalah bahwa karyawan Flower tidak memiliki pengalaman seksual; oleh karena itu, skenario dan adegan seks yang mereka buat kurang mendalam dan tidak didasari pengalaman langsung. Dengan semangat untuk belajar dan mengembangkan keterampilan profesional mereka, para gadis tersebut mengikuti kursus kilat untuk memahami esensi dari erogames. Di bawah pengawasan Tomoya yang cermat, mereka menjelajahi wilayah kenikmatan seksual yang sebelumnya belum pernah mereka jelajahi—semua demi kelangsungan hidup perusahaan.
